<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Yocasta's Weblog</title>
	<atom:link href="http://yocasta.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yocasta.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 04 Mar 2008 02:40:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='yocasta.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Yocasta's Weblog</title>
		<link>http://yocasta.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://yocasta.wordpress.com/osd.xml" title="Yocasta&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://yocasta.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PANORAMA ALAM IRIAN JAYA TENGAH</title>
		<link>http://yocasta.wordpress.com/2008/03/04/panorama-alam-irian-jaya-tengah-2/</link>
		<comments>http://yocasta.wordpress.com/2008/03/04/panorama-alam-irian-jaya-tengah-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 02:40:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yocasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yocasta.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu, 04 Juni 2005 &#8211; 05:05 AM Papua, SULIT sekali menggambarkan dengan kata-kata untuk melukiskan betapa indahnya panorama alam Papua. Jangankan saat ingin menuangkannya dalam tulisan, saat melihatnya secara langsung pun, mulut ini terasa terkunci menyaksikan kekayaan dan keindahan alam &#8230; <a href="http://yocasta.wordpress.com/2008/03/04/panorama-alam-irian-jaya-tengah-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yocasta.wordpress.com&amp;blog=2654313&amp;post=9&amp;subd=yocasta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="content"> Sabtu, 04 Juni 2005 &#8211; 05:05 AM</span></p>
<table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td><b>Papua</b>, SULIT sekali menggambarkan dengan kata-kata untuk melukiskan betapa indahnya panorama alam Papua. Jangankan saat ingin menuangkannya dalam tulisan, saat melihatnya secara langsung pun, mulut ini terasa terkunci menyaksikan kekayaan dan keindahan alam Papua. Hati ini hanya mampu bergumam, &#8220;Ya Tuhan, indah sekali mahakarya-Mu&#8221;.Sungguh beruntung tim dari Media Indonesia dan Metro TV berkesempatan mengunjungi pulau yang penuh pesona ini.</p>
<p><img src="http://www.mediaindo.co.id/data/papua/foto1/20.jpg" align="right" height="150" width="250" />Panorama alamnya menyajikan lebatnya hutan belantara dan hijaunya dedaunan serta aneka fauna yang tidak dapat ditemui di bagian lain wilayah Indonesia.</p>
<p>Ini belum ditambah dengan melihat kehidupan suku-suku di Papua yang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan masyarakat lain. Masih sering kita dengar ungkapan bahwa masyarakat Papua adalah masyarakat dengan peradaban yang terbelakang.</p>
<p>Ungkapan ini ternyata tidak sepenuhnya benar. Jumlah masyarakat terdidik dan kualitas pendidikan mereka memang masih sangat jauh tertinggal. Namun, dengan rendahnya pendidikan formal yang dimiliki, mereka justru telah memiliki teknologi sendiri, terutama dalam pengelolaan alam.</p>
<p>(sumber: media indonesia)</td>
</tr>
</table>
<p><span id="more-9"></span><br />
Mereka mampu mengeruk hasil bumi, namun mereka juga mampu menjaganya.</p>
<p>Menjadi bagian dari tradisi, teknologi menjaga ekosistem dan kelestarian alam menjadi pendidikan turun-temurun dari nenek moyang mereka. Sehingga, bencana alam seperti banjir dan tanah longsor akibat kelalaian manusia tidak pernah terjadi di Papua.</p>
<p>Hal yang mereka khawatirkan hanyalah gempa bumi, seperti yang baru-baru ini terjadi di Nabire.</p>
<p>Hasilnya, penggundulan hutan dan punahnya habitat hewan dan tumbuhan seperti yang banyak terjadi di tempat lain di Indonesia, tidak terjadi di Papua. Prinsip &#8216;Megaboarat Negel Jombei &#8211; Peibei&#8217; yang berarti &#8216;Tanah leluhur ibarat ibu yang sangat dihormati karena menjadi sumber penghidupan&#8217; membuat Papua mungkin menjadi tempat terakhir di Indonesia yang masih terjaga kelestarian alamnya.</p>
<p>Karena itu, tim yang beranggotakan Mirza Andreas, Agus Mulyawan, Eddy Prasetyo, dan Adhi Widiarta (Tata) termotivasi untuk melakukan ekspedisi di sana. Setelah mengurus surat-surat perizinan, pada awal Desember lalu, tim berkesempatan mengunjungi dataran tinggi Kabupaten Mimika, tepatnya di gugusan Pegunungan Jayawijaya dan sekitarnya.</p>
<p>Ekspedisi ini merupakan lanjutan dari ekspedisi sebelumnya yang telah dilakukan pada November lalu dengan tujuan dataran rendah Kabupaten Mimika. Dipilihnya kabupaten ini sebagai daerah tujuan ekspedisi karena daerah ini memiliki dua dataran yang memiliki perbedaan ketinggian ekstrem, dari nol meter di atas permukaan laut (mdpl) hingga hampir 5.000 mdpl.</p>
<p>Jadi, Anda tidak perlu pergi ke luar negeri jika hanya ingin melihat salju es. Di Puncak Jaya misalnya, sepanjang tahun tanpa dipengaruhi oleh pergantian musim, salju akan mudah ditemui. Karena itu, hamparan salju yang berada di beberapa puncak dari Pegunungan Jayawijaya disebut sebagai &#8216;Salju Abadi&#8217;.</p>
<p>Tim juga berkesempatan tinggal bersama masyarakat Suku Amungme, salah satu suku besar yang mendiami daerah pegunungan. Bersama seorang peneliti budaya dan alam Papua, Kalman Muller, tim mengunjungi Desa Banti yang masih menjadi bagian wilayah dari Suku Amungme ini.</p>
<p>Bersama peneliti berkebangsaan Amerika asal Hongaria ini, tim berinteraksi di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang tinggal di ketinggian hampir 2.000 mdpl.</p>
<p>Ini semua dijalani semata-mata untuk mengenal lebih jauh kekayaan alam dan budaya yang dimiliki oleh salah satu stakeholder dari negeri ini.</p>
<p>Hampir dapat dipastikan, pemandangan alam yang menakjubkan serta hangatnya masyarakat Papua membuat siapa pun yang pernah mengunjungi Papua akan selalu rindu untuk kembali ke sana. Karena, satu-dua kali mengunjungi Papua tidaklah cukup untuk dapat menikmati alam Papua. (Msc/S-5)<a href="http://http://www.infopapua.com/modules.php?op=modload&amp;name=News&amp;file=article&amp;sid=2759"></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yocasta.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yocasta.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yocasta.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yocasta.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yocasta.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yocasta.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yocasta.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yocasta.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yocasta.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yocasta.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yocasta.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yocasta.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yocasta.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yocasta.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yocasta.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yocasta.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yocasta.wordpress.com&amp;blog=2654313&amp;post=9&amp;subd=yocasta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yocasta.wordpress.com/2008/03/04/panorama-alam-irian-jaya-tengah-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f6911f7623d68257aa9c26a9692be0b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yocasta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.mediaindo.co.id/data/papua/foto1/20.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>GITA GUTAWA</title>
		<link>http://yocasta.wordpress.com/2008/02/21/gita-gutawa/</link>
		<comments>http://yocasta.wordpress.com/2008/02/21/gita-gutawa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 00:33:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yocasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yocasta.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yocasta.wordpress.com&amp;blog=2654313&amp;post=5&amp;subd=yocasta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://yocasta.files.wordpress.com/2008/02/alunathumbnail.jpg" title="GITA GUTAWA"><img src="http://yocasta.files.wordpress.com/2008/02/alunathumbnail.jpg?w=500" alt="GITA GUTAWA" /></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yocasta.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yocasta.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yocasta.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yocasta.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yocasta.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yocasta.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yocasta.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yocasta.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yocasta.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yocasta.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yocasta.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yocasta.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yocasta.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yocasta.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yocasta.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yocasta.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yocasta.wordpress.com&amp;blog=2654313&amp;post=5&amp;subd=yocasta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yocasta.wordpress.com/2008/02/21/gita-gutawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f6911f7623d68257aa9c26a9692be0b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yocasta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yocasta.files.wordpress.com/2008/02/alunathumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">GITA GUTAWA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PEMANASAN GLOBAL</title>
		<link>http://yocasta.wordpress.com/2008/02/12/pemanasan-global/</link>
		<comments>http://yocasta.wordpress.com/2008/02/12/pemanasan-global/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Feb 2008 06:34:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yocasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yocasta.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Pemanasan global Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Langsung ke: navigasi, cari Temperatur rata-rata global 1850 sampai 2006 relatif terhadap 1961–1990 Anomali temperatur permukaan rata-rata selama periode 1995 sampai 2004 dengan dibandingkan pada temperatur rata-rata dari 1940 sampai 1980 &#8230; <a href="http://yocasta.wordpress.com/2008/02/12/pemanasan-global/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yocasta.wordpress.com&amp;blog=2654313&amp;post=3&amp;subd=yocasta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 class="firstHeading">Pemanasan global</h1>
<h3>Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.</h3>
<div>Langsung ke: <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#column-one">navigasi</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#searchInput">cari</a></div>
<p><!-- start content --></p>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:282px;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Instrumental_Temperature_Record.png" class="image" title="Temperatur rata-rata global 1850 sampai 2006 relatif terhadap 1961–1990"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f4/Instrumental_Temperature_Record.png/280px-Instrumental_Temperature_Record.png" alt="Temperatur rata-rata global 1850 sampai 2006 relatif terhadap 1961–1990" class="thumbimage" border="0" height="208" width="280" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify" style="float:right;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Instrumental_Temperature_Record.png" class="internal" title="Perbesar"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" height="11" width="15" /></a></div>
<p>Temperatur rata-rata global 1850 sampai 2006 relatif terhadap 1961–1990</p></div>
</div>
</div>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:282px;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Global_Warming_Map.jpg" class="image" title="Anomali temperatur permukaan rata-rata selama periode 1995 sampai 2004 dengan dibandingkan pada temperatur rata-rata dari 1940 sampai 1980"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8c/Global_Warming_Map.jpg/280px-Global_Warming_Map.jpg" alt="Anomali temperatur permukaan rata-rata selama periode 1995 sampai 2004 dengan dibandingkan pada temperatur rata-rata dari 1940 sampai 1980" class="thumbimage" border="0" height="199" width="280" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify" style="float:right;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Global_Warming_Map.jpg" class="internal" title="Perbesar"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" height="11" width="15" /></a></div>
<p>Anomali temperatur permukaan rata-rata selama periode 1995 sampai 2004 dengan dibandingkan pada temperatur rata-rata dari 1940 sampai 1980</p></div>
</div>
</div>
<p><b>Pemanasan global</b> adalah adanya proses peningkatan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suhu" title="Suhu">suhu</a> rata-rata <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atmosfer" title="Atmosfer">atmosfer</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laut" title="Laut">laut</a>, dan daratan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi" title="Bumi">Bumi</a>.</p>
<p>Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Celsius" title="Celsius">C</a> (1.33 ± 0.32 °<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fahrenheit" title="Fahrenheit">F</a>) selama seratus tahun terakhir. <i><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Intergovernmental_Panel_on_Climate_Change" title="Intergovernmental Panel on Climate Change">Intergovernmental Panel on Climate Change</a></i> (IPCC) menyimpulkan bahwa, &#8220;sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_rumah_kaca" title="Gas rumah kaca">gas-gas rumah kaca</a> akibat aktivitas manusia&#8221;<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_note-grida7">[1]</a></sup> melalui <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Efek_rumah_kaca" title="Efek rumah kaca">efek rumah kaca</a>. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/G8" title="G8">G8</a>. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.</p>
<p>Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat <span style="white-space:nowrap;">1.1 hingga 6.4 °C</span> <span style="white-space:nowrap;">(2.0 hingga 11.5 °F)</span> antara tahun 1990 dan 2100.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_note-grida7">[1]</a></sup> Perbedaan angka perkiraan itu dikarenakan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_note-grida7">[1]</a></sup> Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.</p>
<p>Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_note-0">[2]</a></sup> serta perubahan jumlah dan pola <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Presipitasi" title="Presipitasi">presipitasi</a>. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gletser" title="Gletser">gletser</a>, dan punahnya berbagai jenis hewan.</p>
<p>Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekwensi-konsekwensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protokol_Kyoto" title="Protokol Kyoto">Protokol Kyoto</a>, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.</p>
<table id="toc" class="toc" summary="Daftar isi">
<tr>
<td>
<div>
<h2>Daftar isi</h2>
<p><span class="toctoggle">[<a href="toggleToc()" class="internal" id="togglelink">sembunyikan</a>]</span></div>
<ul>
<li class="toclevel-1"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Penyebab_pemanasan_global"><span class="tocnumber">1</span> <span class="toctext">Penyebab pemanasan global</span></a>
<ul>
<li class="toclevel-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Efek_rumah_kaca"><span class="tocnumber">1.1</span> <span class="toctext">Efek rumah kaca</span></a></li>
<li class="toclevel-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Efek_umpan_balik"><span class="tocnumber">1.2</span> <span class="toctext">Efek umpan balik</span></a></li>
<li class="toclevel-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Variasi_Matahari"><span class="tocnumber">1.3</span> <span class="toctext">Variasi Matahari</span></a></li>
</ul>
</li>
<li class="toclevel-1"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Mengukur_pemanasan_global"><span class="tocnumber">2</span> <span class="toctext">Mengukur pemanasan global</span></a></li>
<li class="toclevel-1"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Model_iklim"><span class="tocnumber">3</span> <span class="toctext">Model iklim</span></a></li>
<li class="toclevel-1"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Dampak_pemanasan_global"><span class="tocnumber">4</span> <span class="toctext">Dampak pemanasan global</span></a>
<ul>
<li class="toclevel-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Cuaca"><span class="tocnumber">4.1</span> <span class="toctext">Cuaca</span></a></li>
<li class="toclevel-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Tinggi_muka_laut"><span class="tocnumber">4.2</span> <span class="toctext">Tinggi muka laut</span></a></li>
<li class="toclevel-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Pertanian"><span class="tocnumber">4.3</span> <span class="toctext">Pertanian</span></a></li>
<li class="toclevel-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Hewan_dan_tumbuhan"><span class="tocnumber">4.4</span> <span class="toctext">Hewan dan tumbuhan</span></a></li>
<li class="toclevel-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Kesehatan_manusia"><span class="tocnumber">4.5</span> <span class="toctext">Kesehatan manusia</span></a></li>
</ul>
</li>
<li class="toclevel-1"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Perdebatan_tentang_pemanasan_global"><span class="tocnumber">5</span> <span class="toctext">Perdebatan tentang pemanasan global</span></a></li>
<li class="toclevel-1"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Pengendalian_pemanasan_global"><span class="tocnumber">6</span> <span class="toctext">Pengendalian pemanasan global</span></a>
<ul>
<li class="toclevel-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Menghilangkan_karbon"><span class="tocnumber">6.1</span> <span class="toctext">Menghilangkan karbon</span></a></li>
<li class="toclevel-2"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Persetujuan_internasional"><span class="tocnumber">6.2</span> <span class="toctext">Persetujuan internasional</span></a></li>
</ul>
</li>
<li class="toclevel-1"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Lihat_pula"><span class="tocnumber">7</span> <span class="toctext">Lihat pula</span></a></li>
<li class="toclevel-1"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Referensi"><span class="tocnumber">8</span> <span class="toctext">Referensi</span></a></li>
<li class="toclevel-1"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#Pranala_Luar"><span class="tocnumber">9</span> <span class="toctext">Pranala Luar</span></a></li>
</ul>
</td>
</tr>
</table>
<p>// <a title="Penyebab_pemanasan_global" name="Penyebab_pemanasan_global" id="Penyebab_pemanasan_global"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemanasan_global&amp;action=edit&amp;section=1" title="Penyebab pemanasan global">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Penyebab pemanasan global</span></h2>
<p><a title="Efek_rumah_kaca" name="Efek_rumah_kaca" id="Efek_rumah_kaca"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemanasan_global&amp;action=edit&amp;section=2" title="Efek rumah kaca">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Efek rumah kaca</span></h3>
<dl>
<dd>
<div class="boilerplate"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Crystal_xmag.png" class="image" title="!"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7c/Crystal_xmag.png/20px-Crystal_xmag.png" alt="!" border="0" height="20" width="20" /></a><i>Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Efek_rumah_kaca" title="Efek rumah kaca">Efek rumah kaca</a></i></div>
</dd>
</dl>
<p>Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi tersebut dalam bentuk radiasi gelombang pendek, termasuk <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cahaya_tampak" title="Cahaya tampak">cahaya tampak</a>. Ketika energi ini mengenai permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas ini sebagai radiasi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Infra_merah" title="Infra merah">infra merah</a> gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_rumah_kaca" title="Gas rumah kaca">gas rumah kaca</a> antara lain <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uap_air" title="Uap air">uap air</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbondioksida" title="Karbondioksida">karbondioksida</a>, dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Metana" title="Metana">metana</a> yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan Bumi. Hal tersebut terjadi berulang-ulang dan mengakibatkan suhu rata-rata tahunan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi" title="Bumi">bumi</a> terus meningkat.</p>
<p>Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana kaca dalam <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_kaca" title="Rumah kaca">rumah kaca</a>. Dengan semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang terperangkap di bawahnya.</p>
<p>Sebenarnya, efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin. Dengan temperatur rata-rata sebesar 15 °C (59 °F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F) dengan efek rumah kaca<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_note-1">[3]</a></sup> (tanpanya suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi). Akan tetapi sebaliknya, akibat jumlah gas-gas tersebut telah berlebih di atmosfer, pemanasan global menjadi akibatnya.</p>
<p><a title="Efek_umpan_balik" name="Efek_umpan_balik" id="Efek_umpan_balik"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemanasan_global&amp;action=edit&amp;section=3" title="Efek umpan balik">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Efek umpan balik</span></h3>
<p>Efek-efek dari agen penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Air" title="Air">air</a>. Pada kasus pemanasan akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO<sub>2</sub>, pemanasan pada awalnya akan menyebabkan lebih banyaknya air yang <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Penguapan" title="Penguapan">menguap</a> ke atmosfer. Karena <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uap_air" title="Uap air">uap air</a> sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap air di udara hingga tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO<sub>2</sub> sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kelembaban_relatif" title="Kelembaban relatif">kelembaban relatif</a> udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat).<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_note-soden1">[4]</a></sup> Umpan balik ini hanya dapat dibalikkan secara perlahan-lahan karena CO<sub>2</sub> memiliki usia yang panjang di atmosfer.</p>
<p>Efek-efek umpan balik karena pengaruh <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Awan" title="Awan">awan</a> sedang menjadi objek penelitian saat ini. Bila dilihat dari bawah, awan akan memantulkan radiasi infra merah balik ke permukaan, sehingga akan meningkatkan efek pemanasan. Sebaliknya bila dilihat dari atas, awan tersebut akan memantulkan sinar Matahari dan radiasi infra merah ke angkasa, sehingga meningkatkan efek pendinginan. Apakah efek netto-nya pemanasan atau pendinginan tergantung pada beberapa detail-detail tertentu seperti tipe dan ketinggian awan tersebut. Detail-detail ini sulit direpresentasikan dalam model iklim, antara lain karena awan sangat kecil bila dibandingkan dengan jarak antara batas-batas komputasional dalam model iklim (sekitar 125 hingga 500 km untuk model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat). Walaupun demikian, umpan balik awan berada pada peringkat dua bila dibandingkan dengan umpan balik uap air dan dianggap positif (menambah pemanasan) dalam semua model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_note-soden1">[4]</a></sup></p>
<p>Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (<i><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Albedo" title="Albedo">albedo</a>)</i> oleh es.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_note-2">[5]</a></sup> Ketika temperatur global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersama dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air dibawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.</p>
<p>Umpan balik positif akibat terlepasnya CO<sub>2</sub> dan CH<sub>4</sub> dari melunaknya tanah beku <i>(<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Permafrost&amp;action=edit" class="new" title="Permafrost">permafrost</a>)</i> adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es yang meleleh juga akan melepas CH<sub>4</sub> yang juga menimbulkan umpan balik positif.</p>
<p>Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia menghangat, hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Diatom" title="Diatom">diatom</a> daripada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fitoplankton" title="Fitoplankton">fitoplankton</a> yang merupakan penyerap karbon yang rendah.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_note-3">[6]</a></sup></p>
<p><a title="Variasi_Matahari" name="Variasi_Matahari" id="Variasi_Matahari"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemanasan_global&amp;action=edit&amp;section=4" title="Variasi Matahari">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Variasi Matahari</span></h3>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:282px;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Solar-cycle-data.png" class="image" title="Variasi Matahari selama 30 tahun terakhir."><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0d/Solar-cycle-data.png/280px-Solar-cycle-data.png" alt="Variasi Matahari selama 30 tahun terakhir." class="thumbimage" border="0" height="186" width="280" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify" style="float:right;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Solar-cycle-data.png" class="internal" title="Perbesar"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" height="11" width="15" /></a></div>
<p>Variasi Matahari selama 30 tahun terakhir.</p></div>
</div>
</div>
<dl>
<dd>
<div class="boilerplate"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Crystal_xmag.png" class="image" title="!"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7c/Crystal_xmag.png/20px-Crystal_xmag.png" alt="!" border="0" height="20" width="20" /></a><i>Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Variasi_Matahari" title="Variasi Matahari">Variasi Matahari</a></i></div>
</dd>
</dl>
<p>Terdapat hipotesa yang menyatakan bahwa variasi dari Matahari, dengan kemungkinan diperkuat oleh umpan balik dari awan, dapat memberi kontribusi dalam pemanasan saat ini.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_note-4">[7]</a></sup> Perbedaan antara mekanisme ini dengan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah meningkatnya aktivitas Matahari akan memanaskan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Stratosfer" title="Stratosfer">stratosfer</a> sebaliknya efek rumah kaca akan mendinginkan stratosfer. Pendinginan stratosfer bagian bawah paling tidak telah diamati sejak tahun 1960,<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_note-5">[8]</a></sup> yang tidak akan terjadi bila aktivitas Matahari menjadi kontributor utama pemanasan saat ini. (Penipisan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lapisan_ozon" title="Lapisan ozon">lapisan ozon</a> juga dapat memberikan efek pendinginan tersebut tetapi penipisan tersebut terjadi mulai akhir tahun 1970-an.) Fenomena variasi Matahari dikombinasikan dengan aktivitas gunung berapi mungkin telah memberikan efek pemanasan dari masa pra-industri hingga tahun 1950, serta efek pendinginan sejak tahun 1950.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_note-6">[9]</a></sup><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_note-7">[10]</a></sup></p>
<p>Ada beberapa hasil penelitian yang menyatakan bahwa kontribusi Matahari mungkin telah diabaikan dalam pemanasan global. Dua ilmuan dari <i>Duke University</i> mengestimasikan bahwa Matahari mungkin telah berkontribusi terhadap 45-50% peningkatan temperatur rata-rata global selama periode 1900-2000, dan sekitar 25-35% antara tahun 1980 dan 2000.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_note-8">[11]</a></sup> Stott dan rekannya mengemukakan bahwa model iklim yang dijadikan pedoman saat ini membuat estimasi berlebihan terhadap efek gas-gas rumah kaca dibandingkan dengan pengaruh Matahari; mereka juga mengemukakan bahwa efek pendinginan dari debu vulkanik dan aerosol sulfat juga telah dipandang remeh.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_note-9">[12]</a></sup> Walaupun demikian, mereka menyimpulkan bahwa bahkan dengan meningkatkan sensitivitas iklim terhadap pengaruh Matahari sekalipun, sebagian besar pemanasan yang terjadi pada dekade-dekade terakhir ini disebabkan oleh gas-gas rumah kaca.</p>
<p>Pada tahun 2006, sebuah tim ilmuan dari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat" title="Amerika Serikat">Amerika Serikat</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jerman" title="Jerman">Jerman</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Swiss" title="Swiss">Swiss</a> menyatakan bahwa mereka tidak menemukan adanya peningkatan tingkat &#8220;keterangan&#8221; dari Matahari pada seribu tahun terakhir ini. Siklus Matahari hanya memberi peningkatan kecil sekitar 0,07% dalam tingkat &#8220;keterangannya&#8221; selama 30 tahun terakhir. Efek ini terlalu kecil untuk berkontribusi terhadap pemansan global.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_note-10">[13]</a></sup><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_note-11">[14]</a></sup> Sebuah penelitian oleh Lockwood dan Fröhlich menemukan bahwa tidak ada hubungan antara pemanasan global dengan variasi Matahari sejak tahun 1985, baik melalui variasi dari output Matahari maupun variasi dalam sinar kosmis.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_note-12">[15]</a></sup></p>
<p><a title="Mengukur_pemanasan_global" name="Mengukur_pemanasan_global" id="Mengukur_pemanasan_global"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemanasan_global&amp;action=edit&amp;section=5" title="Mengukur pemanasan global">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Mengukur pemanasan global</span></h2>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:282px;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mauna_Loa_Carbon_Dioxide.png" class="image" title="Hasil pengukuran konsentrasi CO2 di Mauna Loa"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/88/Mauna_Loa_Carbon_Dioxide.png/280px-Mauna_Loa_Carbon_Dioxide.png" alt="Hasil pengukuran konsentrasi CO2 di Mauna Loa" class="thumbimage" border="0" height="191" width="280" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify" style="float:right;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mauna_Loa_Carbon_Dioxide.png" class="internal" title="Perbesar"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" height="11" width="15" /></a></div>
<p>Hasil pengukuran konsentrasi CO<sub>2</sub> di Mauna Loa</div>
</div>
</div>
<p>Pada awal 1896, para ilmuan beranggapan bahwa membakar bahan bakar fosil akan mengubah komposisi atmosfer dan dapat meningkatkan temperatur rata-rata global. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hipotesis" title="Hipotesis">Hipotesis</a> ini dikonfirmasi tahun 1957 ketika para peneliti yang bekerja pada program penelitian global yaitu International Geophysical Year, mengambil sampel atmosfer dari puncak gunung <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mauna_Loa" title="Mauna Loa">Mauna Loa</a> di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hawai" title="Hawai">Hawai</a>. Hasil pengukurannya menunjukkan terjadi peningkatan konsentrasi karbondioksida di atmosfer. Setelah itu, komposisi dari atmosfer terus diukur dengan cermat. Data-data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa memang terjadi peningkatan konsentrasi dari gas-gas rumah kaca di atmosfer.</p>
<p>Para ilmuan juga telah lama menduga bahwa <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iklim" title="Iklim">iklim</a> global semakin menghangat, tetapi mereka tidak mampu memberikan bukti-bukti yang tepat. Temperatur terus bervariasi dari waktu ke waktu dan dari lokasi yang satu ke lokasi lainnya. Perlu bertahun-tahun pengamatan iklim untuk memperoleh data-data yang menunjukkan suatu kecenderungan (<i>trend</i>) yang jelas. Catatan pada akhir 1980-an agak memperlihatkan kecenderungan penghangatan ini, akan tetapi data statistik ini hanya sedikit dan tidak dapat dipercaya. <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Stasiun_cuaca&amp;action=edit" class="new" title="Stasiun cuaca">Stasiun cuaca</a> pada awalnya, terletak dekat dengan daerah perkotaan sehingga pengukuran temperatur akan dipengaruhi oleh panas yang dipancarkan oleh bangunan dan kendaraan dan juga panas yang disimpan oleh material bangunan dan jalan. Sejak 1957, data-data diperoleh dari stasiun cuaca yang terpercaya (terletak jauh dari perkotaan), serta dari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Satelit" title="Satelit">satelit</a>. Data-data ini memberikan pengukuran yang lebih akurat, terutama pada 70 persen permukaan planet yang tertutup lautan. Data-data yang lebih akurat ini menunjukkan bahwa kecenderungan menghangatnya permukaan Bumi benar-benar terjadi. Jika dilihat pada akhir abad ke-20, tercatat bahwa sepuluh tahun terhangat selama seratus tahun terakhir terjadi setelah tahun 1980, dan tiga tahun terpanas terjadi setelah tahun 1990, dengan 1998 menjadi yang paling panas.</p>
<p>Dalam laporan yang dikeluarkannya tahun 2001, <i><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Intergovernmental_Panel_on_Climate_Change" title="Intergovernmental Panel on Climate Change">Intergovernmental Panel on Climate Change</a> (IPCC)</i> menyimpulkan bahwa temperatur udara global telah meningkat 0,6 derajat Celsius (1 derajat Fahrenheit) sejak 1861. Panel setuju bahwa pemanasan tersebut terutama disebabkan oleh aktifitas manusia yang menambah gas-gas rumah kaca ke atmosfer. IPCC memprediksi peningkatan temperatur rata-rata global akan meningkat <span style="white-space:nowrap;">1.1 hingga 6.4 °C</span> <span style="white-space:nowrap;">(2.0 hingga 11.5 °F)</span> antara tahun 1990 dan 2100.</p>
<p>IPCC panel juga memperingatkan, bahwa meskipun konsentrasi gas di atmosfer tidak bertambah lagi sejak tahun 2100, iklim tetap terus menghangat selama periode tertentu akibat emisi yang telah dilepaskan sebelumnya. Karbondioksida akan tetap berada di atmosfer selama seratus tahun atau lebih sebelum alam mampu menyerapnya kembali. Jika emisi gas rumah kaca terus meningkat, para ahli memprediksi, konsentrasi karbondioksioda di atmosfer dapat meningkat hingga tiga kali lipat pada awal abad ke-22 bila dibandingkan masa sebelum era industri. Akibatnya, akan terjadi perubahan iklim secara dramatis. Walaupun sebenarnya peristiwa perubahan iklim ini telah terjadi beberapa kali sepanjang sejarah Bumi, manusia akan menghadapi masalah ini dengan resiko populasi yang sangat besar.</p>
<p><a title="Model_iklim" name="Model_iklim" id="Model_iklim"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemanasan_global&amp;action=edit&amp;section=6" title="Model iklim">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Model iklim</span></h2>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:282px;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:IPCC_AR4_WGIII_GHG_concentration_stabilization_levels.png" class="image" title="Prakiraan peningkatan temperature terhadap beberapa skenario kestabilan (pita berwarna) berdasarkan Laporan Pandangan IPCC ke Empat. Garis hitam menunjukkan prakiraan terbaik; garis merah dan biru menunjukkan batas-batas kemungkinan yang dapat terjadi."><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6d/IPCC_AR4_WGIII_GHG_concentration_stabilization_levels.png/280px-IPCC_AR4_WGIII_GHG_concentration_stabilization_levels.png" alt="Prakiraan peningkatan temperature terhadap beberapa skenario kestabilan (pita berwarna) berdasarkan Laporan Pandangan IPCC ke Empat. Garis hitam menunjukkan prakiraan terbaik; garis merah dan biru menunjukkan batas-batas kemungkinan yang dapat terjadi." class="thumbimage" border="0" height="143" width="280" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify" style="float:right;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:IPCC_AR4_WGIII_GHG_concentration_stabilization_levels.png" class="internal" title="Perbesar"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" height="11" width="15" /></a></div>
<p>Prakiraan peningkatan temperature terhadap beberapa skenario kestabilan (pita berwarna) berdasarkan Laporan Pandangan IPCC ke Empat. Garis hitam menunjukkan prakiraan terbaik; garis merah dan biru menunjukkan batas-batas kemungkinan yang dapat terjadi.</p></div>
</div>
</div>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:282px;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Global_Warming_Predictions.png" class="image" title="Perhitungan pemanasan global pada tahun 2001 dari beberapa model iklim berdasarkan scenario SRES A2, yang mengasumsikan tidak ada tindakan yang dilakukan untuk mengurangi emisi."><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/aa/Global_Warming_Predictions.png/280px-Global_Warming_Predictions.png" alt="Perhitungan pemanasan global pada tahun 2001 dari beberapa model iklim berdasarkan scenario SRES A2, yang mengasumsikan tidak ada tindakan yang dilakukan untuk mengurangi emisi." class="thumbimage" border="0" height="200" width="280" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify" style="float:right;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Global_Warming_Predictions.png" class="internal" title="Perbesar"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" height="11" width="15" /></a></div>
<p>Perhitungan pemanasan global pada tahun 2001 dari beberapa <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Model_iklim_global&amp;action=edit" class="new" title="Model iklim global">model iklim</a> berdasarkan scenario <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=SRES&amp;action=edit" class="new" title="SRES">SRES</a> A2, yang mengasumsikan tidak ada tindakan yang dilakukan untuk mengurangi emisi.</div>
</div>
</div>
<dl>
<dd>
<div class="boilerplate"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Crystal_xmag.png" class="image" title="!"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7c/Crystal_xmag.png/20px-Crystal_xmag.png" alt="!" border="0" height="20" width="20" /></a><i>Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Model_iklim_global&amp;action=edit" class="new" title="Model iklim global">Model iklim global</a></i></div>
</dd>
</dl>
<p>Para ilmuan telah mempelajari pemanasan global berdasarkan model-model computer berdasarkan prinsip-prinsip dasar dinamikan fluida, transfer radiasi, dan proses-proses lainya, dengan beberapa penyederhanaan disebabkan keterbatasan kemampuan komputer. Model-model ini memprediksikan bahwa penambahan gas-gas rumah kaca berefek pada iklim yang lebih hangat.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_note-13">[16]</a></sup> Walaupun digunakan asumsi-asumsi yang sama terhadap konsentrasi gas rumah kaca di masa depan, <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sensitivitas_iklim&amp;action=edit" class="new" title="Sensitivitas iklim">sensitivitas iklimnya</a> masih akan berada pada suatu rentang tertentu.</p>
<p>Dengan memasukkan unsur-unsur ketidakpastian terhadap konsentrasi gas rumah kaca dan pemodelan iklim, IPCC memperkirakan pemanasan sekitar <span style="white-space:nowrap;">1.1 °C hingga 6.4 °C</span> <span style="white-space:nowrap;">(2.0 °F hingga 11.5 °F)</span> antara tahun 1990 dan 2100.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_note-grida7">[1]</a></sup> Model-model iklim juga digunakan untuk menyelidiki penyebab-penyebab perubahan iklim yang terjadi saat ini dengan membandingkan perubahan yang teramati dengan hasil prediksi model terhadap berbagai penyebab, baik alami maupun aktivitas manusia.</p>
<p>Model iklim saat ini menghasilkan kemiripan yang cukup baik dengan perubahan temperature global hasil pengamatan selama seratus tahun terakhir, tetapi tidak mensimulasi semua aspek dari iklim.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_note-14">[17]</a></sup> Model-model ini tidak secara pasti menyatakan bahwa pemanasan yang terjadi antara tahun 1910 hingga 1945 disebabkan oleh proses alami atau aktivitas manusia; akan tetapi; mereka menunjukkan bahwa pemanasan sejak tahun 1975 didominasi oleh emisi gas-gas yang dihasilkan manusia.</p>
<p>Sebagian besar model-model iklim, ketika menghitung iklim di masa depan, dilakukan berdasarkan skenario-skenario gas rumah kaca, biasanya dari Laporan Khusus terhadap Skenario Emisi (<i><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Special_Report_on_Emissions_Scenarios&amp;action=edit" class="new" title="Special Report on Emissions Scenarios">Special Report on Emissions Scenarios</a></i> / SRES) IPCC. Yang jarang dilakukan, model menghitung dengan menambahkan simulasi terhadap <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Siklus_karbon" title="Siklus karbon">siklus karbon</a>; yang biasanya menghasilkan umpan balik yang positif, walaupun responnya masih belum pasti (untuk skenario A2 SRES, respon bervariasi antara penambahan 20 dan 200 ppm CO<sub>2</sub>). Beberapa studi-studi juga menunjukkan beberapa umpan balik positif.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_note-15">[18]</a></sup><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_note-16">[19]</a></sup><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_note-17">[20]</a></sup></p>
<p>Pengaruh awan juga merupakan salah satu sumber yang menimbulkan ketidakpastian terhadap model-model yang dihasilkan saat ini, walaupun sekarang telah ada kemajuan dalam menyelesaikan masalah ini. <sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_note-18">[21]</a></sup> Saat ini juga terjadi diskusi-diskusi yang masih berlanjut mengenai apakah model-model iklim mengesampingkan efek-efek umpan balik dan tak langsung dari <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Variasi_Matahari" title="Variasi Matahari">variasi Matahari</a>.</p>
<p><a title="Dampak_pemanasan_global" name="Dampak_pemanasan_global" id="Dampak_pemanasan_global"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemanasan_global&amp;action=edit&amp;section=7" title="Dampak pemanasan global">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Dampak pemanasan global</span></h2>
<p>Para ilmuan menggunakan model komputer dari temperatur, pola presipitasi, dan sirkulasi atmosfer untuk mempelajari pemanasan global. Berdasarkan model tersebut, para ilmuan telah membuat beberapa prakiraan mengenai dampak pemanasan global terhadap <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cuaca" title="Cuaca">cuaca</a>, tinggi permukaan air laut, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pantai" title="Pantai">pantai</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pertanian" title="Pertanian">pertanian</a>, kehidupan hewan liar dan kesehatan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia" title="Manusia">manusia</a>.</p>
<p><a title="Cuaca" name="Cuaca" id="Cuaca"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemanasan_global&amp;action=edit&amp;section=8" title="Cuaca">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Cuaca</span></h3>
<p>Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (<i>Northern Hemisphere</i>) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musim_dingin" title="Musim dingin">musim dingin</a> dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.</p>
<p>Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Para ilmuan belum begitu yakin apakah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kelembaban" title="Kelembaban">kelembaban</a> tersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Hal ini disebabkan karena <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uap_air" title="Uap air">uap air</a> merupakan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_rumah_kaca" title="Gas rumah kaca">gas rumah kaca</a>, sehingga keberadaannya akan meningkatkan efek <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Insulasi&amp;action=edit" class="new" title="Insulasi">insulasi</a> pada atmosfer. Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya matahari kembali ke angkasa luar, di mana hal ini akan menurunkan proses pemanasan (lihat <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Siklus_air" title="Siklus air">siklus air</a>). Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. (Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini)<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_note-Encarta">[22]</a></sup>. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Badai" title="Badai">Badai</a> akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (<i>hurricane</i>) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim.</p>
<p><a title="Tinggi_muka_laut" name="Tinggi_muka_laut" id="Tinggi_muka_laut"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemanasan_global&amp;action=edit&amp;section=9" title="Tinggi muka laut">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Tinggi muka laut</span></h3>
<dl>
<dd>
<div class="boilerplate"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Crystal_xmag.png" class="image" title="!"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7c/Crystal_xmag.png/20px-Crystal_xmag.png" alt="!" border="0" height="20" width="20" /></a><i>Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kenaikan_permukaan_laut" title="Kenaikan permukaan laut">Kenaikan permukaan laut</a></i></div>
</dd>
</dl>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:252px;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Recent_Sea_Level_Rise.png" class="image" title="Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi."><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0f/Recent_Sea_Level_Rise.png/250px-Recent_Sea_Level_Rise.png" alt="Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi." class="thumbimage" border="0" height="174" width="250" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify" style="float:right;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Recent_Sea_Level_Rise.png" class="internal" title="Perbesar"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" height="11" width="15" /></a></div>
<p>Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi.</p></div>
</div>
</div>
<p>Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Greenland" title="Greenland">Greenland</a>, yang lebih memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 &#8211; 25 cm (4 &#8211; 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 &#8211; 88 cm (4 &#8211; 35 inchi) pada abad ke-21.</p>
<p>Perubahan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda" title="Belanda">Belanda</a>, 17,5 persen daerah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bangladesh" title="Bangladesh">Bangladesh</a>, dan banyak pulau-pulau. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Erosi" title="Erosi">Erosi</a> dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya, sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai.</p>
<p>Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangat mempengaruhi ekosistem pantai. Kenaikan 50 cm (20 inchi) akan menenggelamkan separuh dari rawa-rawa pantai di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat" title="Amerika Serikat">Amerika Serikat</a>. Rawa-rawa baru juga akan terbentuk, tetapi tidak di area perkotaan dan daerah yang sudah dibangun. Kenaikan muka laut ini akan menutupi sebagian besar dari <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Florida_Everglades&amp;action=edit" class="new" title="Florida Everglades">Florida Everglades</a>.</p>
<p><a title="Pertanian" name="Pertanian" id="Pertanian"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemanasan_global&amp;action=edit&amp;section=10" title="Pertanian">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Pertanian</span></h3>
<p>Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. Bagian Selatan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanada" title="Kanada">Kanada</a>, sebagai contoh, mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Afrika" title="Afrika">Afrika</a> mungkin tidak dapat tumbuh. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika <i>snowpack</i> (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat.</p>
<p><a title="Hewan_dan_tumbuhan" name="Hewan_dan_tumbuhan" id="Hewan_dan_tumbuhan"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemanasan_global&amp;action=edit&amp;section=11" title="Hewan dan tumbuhan">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Hewan dan tumbuhan</span></h3>
<p>Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Habitat" title="Habitat">habitat</a> lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah.</p>
<p><a title="Kesehatan_manusia" name="Kesehatan_manusia" id="Kesehatan_manusia"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemanasan_global&amp;action=edit&amp;section=12" title="Kesehatan manusia">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Kesehatan manusia</span></h3>
<p>Di dunia yang hangat, para ilmuan memprediksi bahwa lebih banyak orang yang terkena penyakit atau meninggal karena stress panas. Wabah penyakit yang biasa ditemukan di daerah tropis, seperti penyakit yang diakibatkan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nyamuk" title="Nyamuk">nyamuk</a> dan hewan pembawa penyakit lainnya, akan semakin meluas karena mereka dapat berpindah ke daerah yang sebelumnya terlalu dingin bagi mereka. Saat ini, 45 persen penduduk dunia tinggal di daerah di mana mereka dapat tergigit oleh nyamuk pembawa <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Parasit" title="Parasit">parasit</a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaria" title="Malaria">malaria</a>; persentase itu akan meningkat menjadi 60 persen jika temperature meningkat. Penyakit-penyakit tropis lainnya juga dapat menyebar seperti malaria, seperti <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Demam_dengue" title="Demam dengue">demam dengue</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Demam_kuning&amp;action=edit" class="new" title="Demam kuning">demam kuning</a>, dan <i><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Encephalitis&amp;action=edit" class="new" title="Encephalitis">encephalitis</a></i>. Para ilmuan juga memprediksi meningkatnya insiden <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alergi" title="Alergi">alergi</a> dan penyakit pernafasan karena udara yang lebih hangat akan memperbanyak polutan, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spora" title="Spora">spora</a> <i><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mold&amp;action=edit" class="new" title="Mold">mold</a></i> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Serbuk_sari" title="Serbuk sari">serbuk sari</a>.</p>
<p><a title="Perdebatan_tentang_pemanasan_global" name="Perdebatan_tentang_pemanasan_global" id="Perdebatan_tentang_pemanasan_global"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemanasan_global&amp;action=edit&amp;section=13" title="Perdebatan tentang pemanasan global">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Perdebatan tentang pemanasan global</span></h2>
<p>Tidak semua ilmuan setuju tentang keadaan dan akibat dari pemanasan global. Beberapa pengamat masih mempertanyakan apakah temperatur benar-benar meningkat. Yang lainnya mengakui perubahan yang telah terjadi tetapi tetap membantah bahwa masih terlalu dini untuk membuat prediksi tentang keadaan di masa depan. Kritikan seperti ini juga dapat membantah bukti-bukti yang menunjukkan kontribusi manusia terhadap pemanasan global dengan berargumen bahwa siklus alami dapat juga meningkatkan temperatur. Mereka juga menunjukkan fakta-fakta bahwa pemanasan berkelanjutan dapat menguntungkan di beberapa daerah.</p>
<p>Para ilmuan yang mempertanyakan pemanasan global cenderung menunjukkan tiga perbedaan yang masih dipertanyakan antara prediksi model pemanasan global dengan perilaku sebenarnya yang terjadi pada iklim. Pertama, pemanasan cenderung berhenti selama tiga dekade pada pertengahan abad ke-20; bahkan ada masa pendinginan sebelum naik kembali pada tahun 1970-an. Kedua, jumlah total pemanasan selama abad ke-20 hanya separuh dari yang diprediksi oleh model. Ketiga, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Troposfer" title="Troposfer">troposfer</a>, lapisan atmosfer terendah, tidak memanas secepat prediksi model. Akan tetapi, pendukung adanya pemanasan global yakin dapat menjawab dua dari tiga pertanyaan tersebut.</p>
<p>Kurangnya pemanasan pada pertengahan abad disebabkan oleh besarnya <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Polusi_udara" title="Polusi udara">polusi udara</a> yang menyebarkan partikulat-partikulat, terutama <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sulfat&amp;action=edit" class="new" title="Sulfat">sulfat</a>, ke atmosfer. Partikulat ini, juga dikenal sebagai <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aerosol" title="Aerosol">aerosol</a>, memantulkan sebagian sinar matahari kembali ke angkasa luar. Pemanasan berkelanjutan akhirnya mengatasi efek ini, sebagian lagi karena adanya kontrol terhadap polusi yang menyebabkan udara menjadi lebih bersih.</p>
<p>Keadaan pemanasan global sejak 1900 yang ternyata tidak seperti yang diprediksi disebabkan penyerapan panas secara besar oleh lautan. Para ilmuan telah lama memprediksi hal ini tetapi tidak memiliki cukup data untuk membuktikannya. Pada tahun 2000, <i>U.S. National Oceanic and Atmospheric Administration</i> (NOAA) memberikan hasil analisa baru tentang temperatur air yang diukur oleh para pengamat di seluruh dunia selama 50 tahun terakhir. Hasil pengukuran tersebut memperlihatkan adanya kecenderungan pemanasan: temperatur laut dunia pada tahun 1998 lebih tinggi 0,2 derajat Celsius (0,3 derajat Fahrenheit) daripada temperatur rata-rata 50 tahun terakhir, ada sedikit perubahan tetapi cukup berarti.<sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_note-Encarta">[22]</a></sup></p>
<p>Pertanyaan ketiga masih membingungkan. Satelit mendeteksi lebih sedikit pemanasan di troposfer dibandingkan prediksi model. Menurut beberapa kritikus, pembacaan atmosfer tersebut benar, sedangkan pengukuran atmosfer dari permukaan Bumi tidak dapat dipercaya. Pada bulan Januari 2000, sebuah panel yang ditunjuk oleh <i>National Academy of Sciences</i> untuk membahas masalah ini mengakui bahwa pemanasan permukaan Bumi tidak dapat diragukan lagi. Akan tetapi, pengukuran troposfer yang lebih rendah dari prediksi model tidak dapat dijelaskan secara jelas.</p>
<p><a title="Pengendalian_pemanasan_global" name="Pengendalian_pemanasan_global" id="Pengendalian_pemanasan_global"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemanasan_global&amp;action=edit&amp;section=14" title="Pengendalian pemanasan global">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Pengendalian pemanasan global</span></h2>
<p>Konsumsi total <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahan_bakar_fosil" title="Bahan bakar fosil">bahan bakar fosil</a> di dunia meningkat sebesar 1 persen per-tahun. Langkah-langkah yang dilakukan atau yang sedang diskusikan saat ini tidak ada yang dapat mencegah pemanasan global di masa depan. Tantangan yang ada saat ini adalah mengatasi efek yang timbul sambil melakukan langkah-langkah untuk mencegah semakin berubahnya iklim di masa depan.</p>
<p>Kerusakan yang parah dapat diatasi dengan berbagai cara. Daerah pantai dapat dilindungi dengan dinding dan penghalang untuk mencegah masuknya air laut. Cara lainnya, pemerintah dapat membantu populasi di pantai untuk pindah ke daerah yang lebih tinggi. Beberapa negara, seperti Amerika Serikat, dapat menyelamatkan tumbuhan dan hewan dengan tetap menjaga koridor (jalur) habitatnya, mengosongkan tanah yang belum dibangun dari selatan ke utara. Spesies-spesies dapat secara perlahan-lahan berpindah sepanjang koridor ini untuk menuju ke habitat yang lebih dingin.</p>
<p>Ada dua pendekatan utama untuk memperlambat semakin bertambahnya gas rumah kaca. Pertama, mencegah karbon dioksida dilepas ke atmosfer dengan menyimpan gas tersebut atau komponen karbon-nya di tempat lain. Cara ini disebut <i>carbon sequestration</i> (menghilangkan karbon). Kedua, mengurangi produksi gas rumah kaca.</p>
<p><a title="Menghilangkan_karbon" name="Menghilangkan_karbon" id="Menghilangkan_karbon"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemanasan_global&amp;action=edit&amp;section=15" title="Menghilangkan karbon">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Menghilangkan karbon</span></h3>
<p>Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbondioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pohon" title="Pohon">pohon</a> lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbondioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kayu" title="Kayu">kayunya</a>. Di seluruh dunia, tingkat perambahan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hutan" title="Hutan">hutan</a> telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Di banyak area, tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali karena tanah kehilangan kesuburannya ketika diubah untuk kegunaan yang lain, seperti untuk lahan pertanian atau pembangunan rumah tinggal. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca.</p>
<p>Gas karbondioksida juga dapat dihilangkan secara langsung. Caranya dengan menyuntikkan (menginjeksikan) gas tersebut ke sumur-sumur minyak untuk mendorong agar minyak bumi keluar ke permukaan (lihat <i><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Enhanced_Oil_Recovery&amp;action=edit" class="new" title="Enhanced Oil Recovery">Enhanced Oil Recovery</a></i>). Injeksi juga bisa dilakukan untuk mengisolasi gas ini di bawah tanah seperti dalam sumur minyak, lapisan batubara atau <i>aquifer</i>. Hal ini telah dilakukan di salah satu <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Anjungan_pengeboran_lepas_pantai" title="Anjungan pengeboran lepas pantai">anjungan pengeboran lepas pantai</a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Norwegia" title="Norwegia">Norwegia</a>, di mana karbondioksida yang terbawa ke permukaan bersama <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_alam" title="Gas alam">gas alam</a> ditangkap dan diinjeksikan kembali ke <i>aquifer</i> sehingga tidak dapat kembali ke permukaan.</p>
<p>Salah satu sumber penyumbang karbondioksida adalah pembakaran bahan bakar fosil. Penggunaan bahan bakar fosil mulai meningkat pesat sejak <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Revolusi_industri" title="Revolusi industri">revolusi industri</a> pada abad ke-18. Pada saat itu, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batubara" title="Batubara">batubara</a> menjadi sumber energi dominan untuk kemudian digantikan oleh <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Minyak_bumi" title="Minyak bumi">minyak bumi</a> pada pertengahan abad ke-19. Pada abad ke-20, energi gas mulai biasa digunakan di dunia sebagai sumber energi. Perubahan tren penggunaan bahan bakar fosil ini sebenarnya secara tidak langsung telah mengurangi jumlah karbondioksida yang dilepas ke udara, karena gas melepaskan karbondioksida lebih sedikit bila dibandingkan dengan minyak apalagi bila dibandingkan dengan batubara. Walaupun demikian, penggunaan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Energi_terbaharui" title="Energi terbaharui">energi terbaharui</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daya_nuklir" title="Daya nuklir">energi nuklir</a> lebih mengurangi pelepasan karbondioksida ke udara. Energi nuklir, walaupun kontroversial karena alasan keselamatan dan limbahnya yang berbahaya, bahkan tidak melepas karbondioksida sama sekali.</p>
<p><a title="Persetujuan_internasional" name="Persetujuan_internasional" id="Persetujuan_internasional"></a></p>
<h3><span class="editsection">[<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemanasan_global&amp;action=edit&amp;section=16" title="Persetujuan internasional">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Persetujuan internasional</span></h3>
<dl>
<dd>
<div class="boilerplate"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Crystal_xmag.png" class="image" title="!"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7c/Crystal_xmag.png/20px-Crystal_xmag.png" alt="!" border="0" height="20" width="20" /></a><i>Artikel utama untuk bagian ini adalah: <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protokol_Kyoto" title="Protokol Kyoto">Protokol Kyoto</a></i></div>
</dd>
</dl>
<p>Kerjasama internasional diperlukan untuk mensukseskan pengurangan gas-gas rumah kaca. Di tahun 1992, pada <i><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Earth_Summit&amp;action=edit" class="new" title="Earth Summit">Earth Summit</a></i> di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rio_de_Janeiro" title="Rio de Janeiro">Rio de Janeiro</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Brazil" title="Brazil">Brazil</a>, 150 negara berikrar untuk menghadapi masalah gas rumah kaca dan setuju untuk menterjemahkan maksud ini dalam suatu perjanjian yang mengikat. Pada tahun 1997 di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang" title="Jepang">Jepang</a>, 160 negara merumuskan persetujuan yang lebih kuat yang dikenal dengan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protokol_Kyoto" title="Protokol Kyoto">Protokol Kyoto</a>.</p>
<p>Perjanjian ini, yang belum diimplementasikan, menyerukan kepada 38 negara-negara industri yang memegang persentase paling besar dalam melepaskan gas-gas rumah kaca untuk memotong emisi mereka ke tingkat 5 persen di bawah emisi tahun 1990. Pengurangan ini harus dapat dicapai paling lambat tahun 2012. Pada mulanya, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat" title="Amerika Serikat">Amerika Serikat</a> mengajukan diri untuk melakukan pemotongan yang lebih ambisius, menjanjikan pengurangan emisi hingga 7 persen di bawah tingkat 1990; <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uni_Eropa" title="Uni Eropa">Uni Eropa</a>, yang menginginkan perjanjian yang lebih keras, berkomitmen 8 persen; dan Jepang 6 persen. Sisa 122 negara lainnya, sebagian besar <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Negara_berkembang" title="Negara berkembang">negara berkembang</a>, tidak diminta untuk berkomitmen dalam pengurangan emisi gas.</p>
<p>Akan tetapi, pada tahun 2001, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Presiden_Amerika_Serikat" title="Presiden Amerika Serikat">Presiden Amerika Serikat</a> yang baru terpilih, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/George_W._Bush" title="George W. Bush">George W. Bush</a> mengumumkan bahwa perjanjian untuk pengurangan karbondioksida tersebut menelan biaya yang sangat besar. Ia juga menyangkal dengan menyatakan bahwa negara-negara berkembang tidak dibebani dengan persyaratan pengurangan karbondioksida ini. Kyoto Protokol tidak berpengaruh apa-apa bila negara-negara industri yang bertanggung jawab menyumbang 55 persen dari emisi gas rumah kaca pada tahun 1990 tidak meratifikasinya. Persyaratan itu berhasil dipenuhi ketika tahun 2004, Presiden <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rusia" title="Rusia">Rusia</a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Vladimir_Putin" title="Vladimir Putin">Vladimir Putin</a> meratifikasi perjanjian ini, memberikan jalan untuk berlakunya perjanjian ini mulai <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/16_Februari" title="16 Februari">16 Februari</a> 2005.</p>
<p>Banyak orang mengkritik Protokol Kyoto terlalu lemah. Bahkan jika perjanjian ini dilaksanakan segera, ia hanya akan sedikit mengurangi bertambahnya konsentrasi gas-gas rumah kaca di atmosfer. Suatu tindakan yang keras akan diperlukan nanti, terutama karena negara-negara berkembang yang dikecualikan dari perjanjian ini akan menghasilkan separuh dari emisi gas rumah kaca pada 2035. Penentang protokol ini memiliki posisi yang sangat kuat. Penolakan terhadap perjanjian ini di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat" title="Amerika Serikat">Amerika Serikat</a> terutama dikemukakan oleh industri minyak, industri batubara dan perusahaan-perusahaan lainnya yang produksinya tergantung pada bahan bakar fosil. Para penentang ini mengklaim bahwa biaya ekonomi yang diperlukan untuk melaksanakan Protokol Kyoto dapat menjapai 300 milyar dollar AS, terutama disebabkan oleh biaya energi. Sebaliknya pendukung Protokol Kyoto percaya bahwa biaya yang diperlukan hanya sebesar 88 milyar dollar AS dan dapat lebih kurang lagi serta dikembalikan dalam bentuk penghematan uang setelah mengubah ke peralatan, kendaraan, dan proses industri yang lebih effisien.</p>
<p>Pada suatu negara dengan kebijakan lingkungan yang ketat, ekonominya dapat terus tumbuh walaupun berbagai macam polusi telah dikurangi. Akan tetapi membatasi emisi karbondioksida terbukti sulit dilakukan. Sebagai contoh, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda" title="Belanda">Belanda</a>, negara industrialis besar yang juga pelopor lingkungan, telah berhasil mengatasi berbagai macam polusi tetapi gagal untuk memenuhi targetnya dalam mengurangi produksi karbondioksida.</p>
<p>Setelah tahun 1997, para perwakilan dari penandatangan Protokol Kyoto bertemu secara reguler untuk menegoisasikan isu-isu yang belum terselesaikan seperti peraturan, metode dan pinalti yang wajib diterapkan pada setiap negara untuk memperlambat emisi gas rumah kaca. Para negoisator merancang sistem di mana suatu negara yang memiliki program pembersihan yang sukses dapat mengambil keuntungan dengan menjual hak polusi yang tidak digunakan ke negara lain. Sistem ini disebut <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan_karbon" title="Perdagangan karbon">perdagangan karbon</a>. Sebagai contoh, negara yang sulit meningkatkan lagi hasilnya, seperti Belanda, dapat membeli kredit polusi di pasar, yang dapat diperoleh dengan biaya yang lebih rendah. Rusia, merupakan negara yang memperoleh keuntungan bila sistem ini diterapkan. Pada tahun 1990, ekonomi Rusia sangat payah dan emisi gas rumah kacanya sangat tinggi. Karena kemudian Rusia berhasil memotong emisinya lebih dari 5 persen di bawah tingkat 1990, ia berada dalam posisi untuk menjual kredit emisi ke negara-negara industri lainnya, terutama mereka yang ada di Uni Eropa.</p>
<p><a title="Lihat_pula" name="Lihat_pula" id="Lihat_pula"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemanasan_global&amp;action=edit&amp;section=17" title="Lihat pula">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Lihat pula</span></h2>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_rumah_kaca" title="Gas rumah kaca">Gas rumah kaca</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Efek_rumah_kaca" title="Efek rumah kaca">Efek rumah kaca</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protokol_Kyoto" title="Protokol Kyoto">Protokol Kyoto</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Globalisasi" title="Globalisasi">Globalisasi</a></li>
<li><i><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/An_Inconvenient_Truth" title="An Inconvenient Truth">An Inconvenient Truth</a></i></li>
</ul>
<p><a title="Referensi" name="Referensi" id="Referensi"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pemanasan_global&amp;action=edit&amp;section=18" title="Referensi">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Referensi</span></h2>
<ol class="references">
<li><b>^</b> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_ref-grida7_0"><sup>a</sup></a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_ref-grida7_1"><sup>b</sup></a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_ref-grida7_2"><sup>c</sup></a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_ref-grida7_3"><sup>d</sup></a> <cite><a href="http://www.ipcc.ch/SPM2feb07.pdf" class="external text" title="http://www.ipcc.ch/SPM2feb07.pdf" rel="nofollow">Summary for Policymakers</a>. (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Portable_Document_Format" title="Portable Document Format">PDF</a>) <i>Climate Change 2007: The Physical Science Basis. Contribution of Working Group I to the Fourth Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change</i>. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Intergovernmental_Panel_on_Climate_Change" title="Intergovernmental Panel on Climate Change">Intergovernmental Panel on Climate Change</a>. URL diakses pada <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=02-02-2007&amp;action=edit" class="new" title="02-02-2007">02-02-2007</a></cite></li>
<li><b><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_ref-0">^</a></b> <a href="http://www.foxnews.com/story/0,2933,295272,00.html" class="external text" title="http://www.foxnews.com/story/0,2933,295272,00.html" rel="nofollow">NASA: Global Warming to Cause More Severe Tornadoes, Storms</a>, Fox News, August 31, 2007.</li>
<li><b><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_ref-1">^</a></b> <a href="http://ipcc-wg1.ucar.edu/wg1/Report/AR4WG1_Print_Ch01.pdf" class="external text" title="http://ipcc-wg1.ucar.edu/wg1/Report/AR4WG1_Print_Ch01.pdf" rel="nofollow">Intergovernmental Panel on Climate Change Fourth Assessment Report. Chapter 1: Historical overview of climate change science.</a></li>
<li><b>^</b> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_ref-soden1_0"><sup>a</sup></a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_ref-soden1_1"><sup>b</sup></a> <cite>Soden, Brian J., Held, Isacc M. (01-11-2005). <a href="http://www.gfdl.noaa.gov/reference/bibliography/2006/bjs0601.pdf" class="external text" title="http://www.gfdl.noaa.gov/reference/bibliography/2006/bjs0601.pdf" rel="nofollow">&#8220;An Assessment of Climate Feedbacks in Coupled Ocean–Atmosphere Models&#8221;</a> (<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Portable_Document_Format" title="Portable Document Format">PDF</a>). <i><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Journal_of_Climate&amp;action=edit" class="new" title="Journal of Climate">Journal of Climate</a></i> <b>19</b> (14).  URL diakses pada <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=21-04-2007&amp;action=edit" class="new" title="21-04-2007">21-04-2007</a>.</cite></li>
<li><b><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_ref-2">^</a></b> <cite>Stocker, Thomas F.; <i>et al.</i> <a href="http://www.grida.no/climate/ipcc_tar/wg1/295.htm" class="external text" title="http://www.grida.no/climate/ipcc_tar/wg1/295.htm" rel="nofollow">7.5.2 Sea Ice</a>. <i>Climate Change 2001: The Scientific Basis. Contribution of Working Group I to the Third Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change</i>. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Intergovernmental_Panel_on_Climate_Change" title="Intergovernmental Panel on Climate Change">Intergovernmental Panel on Climate Change</a>. URL diakses pada <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=11-02-2007&amp;action=edit" class="new" title="11-02-2007">11-02-2007</a></cite></li>
<li><b><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_ref-3">^</a></b> Buesseler, K.O., C.H. Lamborg, P.W. Boyd, P.J. Lam, T.W. Trull, R.R. Bidigare, J.K.B. Bishop, K.L. Casciotti, F. Dehairs, M. Elskens, M. Honda, D.M. Karl, D.A. Siegel, M.W. Silver, D.K. Steinberg, J. Valdes, B. Van Mooy, S. Wilson. (2007) &#8220;Revisiting carbon flux through the ocean&#8217;s twilight zone.&#8221; <i><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Science_%28journal%29&amp;action=edit" class="new" title="Science (journal)">Science</a></i> <b>316</b>: 567-570.</li>
<li><b><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#_ref-4">^</a></b> <cite>Marsh, Nigel, Henrik, Svensmark (November 2000). <a href="http://www.dsri.dk/%7Ehsv/SSR_Paper.pdf" class="external text" title="http://www.dsri.dk/~hsv/SSR_Paper.pdf" rel="nofollow">&#8220;Cosmic Rays, Clouds, and Climate&#8221;</a> </cite></li>
</ol>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yocasta.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yocasta.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yocasta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yocasta.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yocasta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yocasta.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yocasta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yocasta.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yocasta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yocasta.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yocasta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yocasta.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yocasta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yocasta.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yocasta.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yocasta.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yocasta.wordpress.com&amp;blog=2654313&amp;post=3&amp;subd=yocasta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yocasta.wordpress.com/2008/02/12/pemanasan-global/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f6911f7623d68257aa9c26a9692be0b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yocasta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f4/Instrumental_Temperature_Record.png/280px-Instrumental_Temperature_Record.png" medium="image">
			<media:title type="html">Temperatur rata-rata global 1850 sampai 2006 relatif terhadap 1961–1990</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8c/Global_Warming_Map.jpg/280px-Global_Warming_Map.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Anomali temperatur permukaan rata-rata selama periode 1995 sampai 2004 dengan dibandingkan pada temperatur rata-rata dari 1940 sampai 1980</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7c/Crystal_xmag.png/20px-Crystal_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0d/Solar-cycle-data.png/280px-Solar-cycle-data.png" medium="image">
			<media:title type="html">Variasi Matahari selama 30 tahun terakhir.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7c/Crystal_xmag.png/20px-Crystal_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/88/Mauna_Loa_Carbon_Dioxide.png/280px-Mauna_Loa_Carbon_Dioxide.png" medium="image">
			<media:title type="html">Hasil pengukuran konsentrasi CO2 di Mauna Loa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6d/IPCC_AR4_WGIII_GHG_concentration_stabilization_levels.png/280px-IPCC_AR4_WGIII_GHG_concentration_stabilization_levels.png" medium="image">
			<media:title type="html">Prakiraan peningkatan temperature terhadap beberapa skenario kestabilan (pita berwarna) berdasarkan Laporan Pandangan IPCC ke Empat. Garis hitam menunjukkan prakiraan terbaik; garis merah dan biru menunjukkan batas-batas kemungkinan yang dapat terjadi.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/aa/Global_Warming_Predictions.png/280px-Global_Warming_Predictions.png" medium="image">
			<media:title type="html">Perhitungan pemanasan global pada tahun 2001 dari beberapa model iklim berdasarkan scenario SRES A2, yang mengasumsikan tidak ada tindakan yang dilakukan untuk mengurangi emisi.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7c/Crystal_xmag.png/20px-Crystal_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7c/Crystal_xmag.png/20px-Crystal_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0f/Recent_Sea_Level_Rise.png/250px-Recent_Sea_Level_Rise.png" medium="image">
			<media:title type="html">Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah dengan lingkungan yang stabil secara geologi.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7c/Crystal_xmag.png/20px-Crystal_xmag.png" medium="image">
			<media:title type="html">!</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Halo dunia!</title>
		<link>http://yocasta.wordpress.com/2008/01/29/Halo-Dunia/</link>
		<comments>http://yocasta.wordpress.com/2008/01/29/Halo-Dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 06:28:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yocasta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yocasta.wordpress.com&amp;blog=2654313&amp;post=1&amp;subd=yocasta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yocasta.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yocasta.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yocasta.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yocasta.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yocasta.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yocasta.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yocasta.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yocasta.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yocasta.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yocasta.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yocasta.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yocasta.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yocasta.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yocasta.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yocasta.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yocasta.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yocasta.wordpress.com&amp;blog=2654313&amp;post=1&amp;subd=yocasta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yocasta.wordpress.com/2008/01/29/Halo-Dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f6911f7623d68257aa9c26a9692be0b8?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yocasta</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
